Jumat, 08 April 2011

SRIBADUGA Maha Raja PRABU SILIWANGI


Tersebutlah seorang Raja di Bumi Jawa Barat yang namanya tetaplah legendaris hingga saat ini. Dan Raja itu bernama Sri Baduga Maharaja Prabu SILIWANGI. Berdasarkan Keterangan dari Prasasti Batu Tulis yang terdapat di Jalan Batu Tulis Bogor. Beliau memerintah Bumi Jawa Barat selama kurang lebih 39 tahun, terhitung sejak tahun 1482 hingga 1521 Masehi, dengan nama kerajaannya adalah Galuh Pakuan PADJAJARAN. Saat ini nama GALUH PAKUAN PADJAJARAN bekas nama Kerajaan Sunda yang dulu beliau pimpin itu, oleh pemerintah pusat tetaplah di abadikan dengan menjadikannya sebagai nama dari sebuah Universitas Negeri di kota Bandung yaitu Universitas PADJAJARAN dan juga Universitas PAKUAN Bogor. Dan bukan hanya itu saja kebesaran nama Prabu SILIWANGI pun di abadikan secara Monumental sebagai Simbol Perjuangan Rakyat Jawa Barat melalui Divisi SILIWANGI Tentara Nasional Indonesia Korps Angkatan Darat. Yang sekarang di sebut Kodam III SILIWANGI. Menurut para ahli sejarah di masa pemerintahan beliau Prabu SILIWANGI, jumlah populasi penduduk Ibu Kota PAKUAN Kerajaan PADJAJARAN Jawa Barat adalah kurang lebih 48.271 Jiwa. Dan menempati urutan no 2 terbanyak jumlah penduduknya dari seluruh jumlah penduduk yang tinggal di Ibu Kota - Ibu Kota Kerajaan di Nusantara. Sedangkan Kerajaan dengan jumlah populasi penduduk Ibu Kotanya menempati urutan Pertama sekaligus terbesar di Nusantara kala itu adalah Ibu Kota Trowulan MAJAPAHIT di Jawa Timur.Dengan jumlah penduduknya yaitu 49.197 Jiwa.

Di masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja Prabu SILIWANGI 1482 - 1521 Masehi Kerajaan Galuh Pakuan PADJAJARAN mencapai puncak masa KEJAYAANNYA. Dengan Pelabuhan Niaganya SUNDA KELAPA serta wilayahnya yang meliputi seluruh Jawa Barat, Selat Sunda hingga Pegunungan Dieng Wonosobo Jawa Tengah. Kerajaan Galuh Pakuan PADJAJARAN menjadi sebuah negara yang sangat di perhitungkan oleh segenap Kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara.Jadi tak heran jika di masa itu Pelabuhan Niaga SUNDA KELAPA yang kini merupakan salah satu pelabuhan kota JAKARTA, menjadi Pusat jalur lalu lintas PERDAGANGAN dan IMIGRASI berbagai Bangsa Asing dari Mancanegara ke Pulau JAWA. Pelabuhan-pelabuhan laut yang menjadi pusat perniagaan saat itu di antaranya adalah : Banten, Pontang, Cigede, Tamgara ( Muara Cisadane ), Sunda Kelapa ( Jakarta ), Karawang dan Muara Kali Cimanuk. Menurut catatan Tom Pires seorang Penjelajah berkebangsaan Portugis bersama 4 buah Kapal Dagang Portugis yang sedang berlabuh di pantai utara Jawa, lalu kemudian singgah di Padjajaran pada tahun 1513 Masehi. Mencatat bahwa : Kerajaan Sunda Padjajaran adalah Negeri para Ksatria sekaligus Pahlawan Laut, sebab para Pelautnya telah mampu berlayar ke berbagai negara mancanegara hingga sampai ke kepulauan Maladewa Srilangka. Dan kemudian Tom Pires pun mencatat bahwa komoditi perdagangan kerajaan Padjajaran yang terpenting adalah Beras mencapai 10 Jung pertahun, Lada 1000 bahar pertahun, mengekspor Kain Tenun ke kerajaan Malaka, Sayuran yang melimpah ruah, Daging serta Asam yang jika di gabung akan dapat untuk memuati lebih dari 1000 Kapal Dagang.

Berdasarkan catatan Tom Pires itu pula, beliau pun mencatat tentang keadaan Ibu Kota Pakuan Padjajaran. Dimana di katakan olehnya bahwa Rumah-rumah di Kota Pakuan Padjajaran sangatlah Indah dan Besar, terbuat dari Kayu dan Palem. Istana tempat tinggal Raja di kelilingi oleh 330 Tiang Pilar Kayu berukuran sebesar Tong Anggur dengan Tinggi 4 pathom atau sekitar 9 meter, di sertai berbagai ukiran Indah di atasnya. Tak lupa Tom Pires pun mencatat tentang pola perilaku masyarakat PADJAJARAN yang katanya adalah : Menarik, Ramah, Sopan, Jujur serta berbadan Tinggi Besar. Dan komentarnya pula tentang Sosok sang Sri Baduga Maharaja Prabu SILIWANGI di dalam bukunya “…THE KINGDOM Of SUNDA Is JUSSTTLY GOVERNED…” Tom Pires mengatakan bahwa : Sri Baduga Maharaja Prabu SILIWANGI adalah Sosok Seorang Raja Yang ADIL dan BIJAKSANA dalam memerintah segenap Rakyat Kerajaannya. Prabu SILIWANGI yang terlahir di Keraton SURAWISESA Kawali Ibu kota Kerajaan Galuh Sunda yang kini berada di daerah Ciamis Jawa barat itu adalah Putera dari Prabu Dewa Niskala, sedangkan Prabu Dewa Niskala adalah Putera dari Prabu Niskala Wastu Kancana yang merupakan Anak Lelaki satu-satunya dari Prabu Lingga Buana. Jadi secara urutan garis silsilah Prabu SILIWANGI adalah Cucu dari Prabu Niskala Wastu Kencana sekaligus Cicit dari Prabu Lingga Buana sang Mokteng Bubat. Oleh Kakeknya yaitu Prabu Niskala Wastu Kencana beliau di beri nama Sang PAMANAH RASA, sedangkan oleh Ayahandanya yaitu Prabu Dewa Niskala, beliau di beri nama Sang JAYA DEWATA.

Di usia remaja / masa mudanya Sang PAMANAH RASA / JAYA DEWATA ternyata tumbuh menjadi seorang Pemuda Tampan dan Gagah yang lebih cendrung mewarisi karakter / sifat perilaku dari Kakeknya yaitu Prabu Niskala Wastu Kencana, ketimbang ayahnya Prabu Dewa Niskala. Sang PAMANAH RASA / JAYA DEWATA pun kemudian mengikuti jejak Sang Kakek yaitu gemar TIRAKAT / Lelaku PERIHATIN ( Pengendalian Diri ) serta menjadi Seorang Ksatria PENGEMBARA. Meskipun Ia adalah Seorang Putera Mahkota / Pangeran Kerajaan Galuh, namun Sang PAMANAH RASA / JAYA DEWATA Muda tidaklah mau tinggal DIAM serta ASYIK terbuai oleh kehidupan MEWAH di ISTANA yang penuh Hidangan Nikmat serta pelayanan Gadis - gadis Cantik Dayang-dayang Istana. Ia pun kemudian pergi mengembara ke wilayah utara Jawa sampai ke Muara Jati Cirebon. Dan berkat Ketekunan serta Perjalanan Lelaku Prihatin / Tirakat Pengendalian Diri yang di mulai sejak masa Mudanya itulah, yang kemudian berhasil membentuk karakter Sang PAMANAH RASA / JAYA DEWATA Menjadi Seorang Raja yang ADIL, ARIF, BIJAKSANA serta berhasil mempersatukan seluruh wilayah Kerajaan Jawa Barat di bawah Panji-panji PADJAJARAN. Di mana Kemakmuran dan Kesentausaannya Tersiar Memancar ke seantero pelosok Bumi Nusantara dan Mancanegara. Sehingga pantaslah Beliau jika kemudian memperoleh Nama Gelar Kehormatan sebagai Sang Hyang Prabu SILIWANGI. Oleh karena Beliau memanglah teramat sangat di Cintai sekaligus di Hormati oleh segenap Anak Cucu Keturunan serta Rakyatnya hingga saat ini…”

Oleh : Albert Dody Richmant
sumber:http://penanusantara.wordpress.com/2010/12/07/sribaduga-maha-raja-prabu-siliwangi/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar